Petugas Dishub Siaga di Perlintasan Kereta Tanpa Palang Asahan

Petugas Dishub disiagakan secara khusus di sejumlah titik perlintasan kereta api yang belum dilengkapi sarana palang pintu otomatis demi menjaga keselamatan masyarakat pelintas. Langkah siaga ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah daerah dalam menekan tingkat insiden kecelakaan lalu lintas antara kendaraan jalan raya dan kereta api. Petugas bersiaga memantau pergerakan jadwal kereta yang akan lewat dan secara manual menghentikan alur kendaraan warga yang hendak menyeberang rel. Pengawasan langsung ini sangat penting mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang melintasi persimpangan sebidang tersebut setiap harinya. Penjagaan ketat dilaksanakan pada jam-jam sibuk warga.

Personel pengatur dinas perhubungan dilengkapi dengan peralatan sinyal lampu dan peluit peringatan guna memberikan sinyal yang jelas bagi setiap pengguna jalan yang melintas. Petugas Dishub dengan sigap menghentikan laju sepeda motor maupun mobil dari jarak aman saat sirine tanda kereta api akan lewat mulai terdengar di lokasi. Pengemudi imbau untuk selalu menurunkan kecepatan kendaraan serta menengok ke kanan dan kiri sebelum memutuskan untuk menyeberangi rel perlintasan tanpa palang tersebut. Sosialisasi keselamatan berlalu lintas di lintasan rel kereta terus digaungkan secara intensif kepada seluruh warga sekitar. Kehadiran petugas membawa ketertiban di titik rawan tersebut.

Banyaknya titik persimpangan sebidang tanpa pintu pengaman otomatis di wilayah ini menjadi perhatian serius dari pihak dinas perhubungan dan kepolisian setempat. Penempatan personel pengatur di lapangan ini merupakan solusi jangka pendek yang paling efektif sebelum sarana pintu palang otomatis selesai dibangun secara permanen. Kesadaran dan kedisiplinan para pengemudi kendaraan dalam mematuhi petunjuk petugas di lapangan menjadi faktor paling menentukan dalam mencegah musibah kecelakaan. Pihak dinas menyampaikan apresiasi bagi pengguna jalan yang mau berhenti secara tertib saat dihentikan petugas. Rasa saling menghormati di jalan raya sangat diutamakan.

Pemantauan dan penjagaan di perlintasan kereta api ini akan terus ditingkatkan jumlah personelnya terutama saat memasuki masa liburan atau akhir pekan yang padat mobilitasnya. Petugas Dishub dilaporkan bersiaga dalam beberapa shift kerja harian demi memastikan tidak ada celah kekosongan pengawasan di persimpangan sebidang rawan kecelakaan tersebut. Koordinasi yang baik dengan pihak pengelola perjalanan kereta api membuat informasi jam kedatangan kereta dapat diterima oleh petugas lapangan secara akurat dan tepat waktu. Pelayanan publik ini berfokus pada rasa aman masyarakat saat bertransportasi. Penjagaan berjalan dengan tingkat kesiapsiagaan tinggi.

Diharapkan rencana pemasangan palang pintu perlintasan otomatis serta sirine peringatan di seluruh persimpangan jalan dapat segera terealisasi dalam waktu dekat. Dinas perhubungan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dan tidak nekat menerobos perlintasan rel saat tanda berbahaya telah diberikan. Sinergi antara penyediaan fasilitas pengamanan dan kesadaran masyarakat pengendara menjadi modal utama terciptanya keselamatan berlalu lintas yang ideal. Kepedulian bersama dalam menaati aturan akan menyelamatkan banyak nyawa dari ancaman musibah kecelakaan. Seluruh rangkaian penjagaan perlintasan berjalan lancar dan aman.