Pembayaran retribusi di terminal angkutan barang kini resmi beralih ke sistem digitalisasi penuh dengan memanfaatkan kartu nirkontak berbasis teknologi pintar. Penerapan sistem nontunai ini dirancang untuk meningkatkan transparansi penerimaan daerah, mempercepat alur masuk kendaraan angkutan, serta meminimalkan risiko praktik pungutan liar di area terminal. Pengemudi truk angkutan logistik kini cukup menempelkan kartu elektronik pada mesin pemindai otomatis di gerbang masuk tanpa perlu bertransaksi menggunakan uang tunai.
Proses transaksi elektronik yang berlangsung dalam hitungan detik ini berhasil mengurai antrean panjang kendaraan yang biasa terjadi pada jam-jam sibuk operasional terminal. Penerapan pembayaran retribusi secara digital menjamin setiap rupiah yang dibayarkan oleh pengusaha angkutan masuk secara utuh ke kas daerah secara transparan. Sistem ini juga mencatat data tonase, jenis barang, dan identitas kendaraan secara otomatis pada peladen pusat, sehingga memudahkan proses analisis data lalu lintas angkutan logistik secara tepat.
Para sopir truk angkutan barang mengaku sangat terbantu dengan hadirnya kemudahan teknologi transaksi nirkontak yang cepat dan praktis ini. Kepastian biaya pembayaran retribusi resmi menghilangkan kekhawatiran pengemudi akan adanya tarif tidak resmi yang kerap merugikan mereka selama perjalanan pengiriman barang. Pemerintah daerah juga bekerja sama dengan pihak perbankan untuk menyediakan fasilitas pengisian ulang saldo kartu nirkontak di sekitar lokasi terminal guna memberikan kenyamanan maksimal bagi para pengguna jasa.
Petugas terminal yang sebelumnya melayani transaksi manual kini dialihkan fungsinya untuk mengawasi kerapihan parkir dan kelancaran sirkulasi kendaraan di area bongkar muat. Efisiensi tata kelola terminal barang ini membawa dampak positif bagi percepatan alur distribusi barang kebutuhan masyarakat antar daerah. Keberhasilan digitalisasi transaksi ini menjadi tolok ukur penting bagi penerapan sistem nontunai pada fasilitas pelayanan publik daerah lainnya di masa depan.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sarana digital di seluruh terminal barang di bawah naungan dinas perhubungan. Evaluasi keandalan perangkat pemindai elektronik dilakukan secara berkala guna memastikan tidak terjadi kendala teknis saat jam operasional padat. Modernisasi layanan berbasis teknologi ini merupakan wujud komitmen nyata pemerintah dalam menciptakan sistem transportasi logistik nasional yang transparan, efisien, dan bebas dari korupsi.